Bazaar di Youchien

Standard

[Bazaar]

Bulan November ini sepertinya bulan bazaar . Setelah bazaar kemarin di jidoukan, hari ini giliran bazaar di TK. Lanjut nanti tanggal 27 di Roketo.

Bazaar ini biasanya sangat dinanti ibu-ibu disini karena di bazaar inilah kami bisa berkumpul sembari mencari berbagai kebutuhan.

Kali ini saya ingin bercerita tentang bazaar hari ini di TK.

Bazaar ini tidak hanya diperuntukkan bagi orang tua siswa, namun terbuka juga untuk umum. Selama bazaar berlangsung, kurang lebih dua jam, anak-anak tetap berada di kelas masing-masing. Jadi bazaar ini tidak melibatkan anak-anak, khusus untuk ajang berbaur dan berbagi para orang tua.

Kapan bazaar ini dilaksanakan?
Di TK Higashi bazaar ini diadakan satu kali dalam satu tahun yaitu di bulan November.

Barang apa saja yang ada di bazaar?
Barangnya beragam. Mulai dari pakaian berbagai ukuran (size bayi-size 140), keperluan sekolah semisal topi, baju olahraga, otesage, dan lainnya, sepatu, mainan, buku, dan keperluan rumah tangga.

Dari mana barang-barang itu berasal?
Barang-barang yang dijual di bazaar ini seluruhnya berasal dari para orang tua. Jadi siapapun yang memiliki barang yang sudah tidak digunakan lagi namun masih layak, atau ada barang baru namun tidak terpakai, bisa dikumpulkan di sekolah. Ini konsep yang luar biasa. Jadi bila ada barang yang jarang digunakan lagi, daripada dibuang begitu saja, bisa dikumpulkan untuk bazaar ini.

Bagaimana kualitas barang-barang tersebut?
Tenang saja, meskipun 90% barang yang ada memang bukan barang baru, tapi kelayakannya masih sangat tinggi. Misal saja mainan, semuanya masih berfungsi dengan baik. Baju-baju pun layak pakai. Dan memang sebelum dijual, barang-barang ini dikemas ulang menjadi menarik dan lebih rapi. Perlengkapan rumah tangga semisal piring, termos kecil, dan lainnya masih dalam kotak kemasannya. Apik banget ya orang sini.

Adakah barang baru di bazaar ini?
Ada. Khusus untuk perlengkapan sekolah semisal otesage dan lainnya biasanya handmade. Jadi sebagian ibu-ibu PTAnya menjait sendiri barang-barang tersebut.
Ada juga pakaian baru. Biasanya ini karena salah ukuran saat membeli. Daripada tidak terpakai untuk jangka waktu lama, mereka kumpulkan di bazaar ini.

Bagaimana range harga dari barang-barang yang dijual?
Beberapa kali mengikuti bazaar, yaitu bazaar di SD, di roketo, di lala garden, bazaar di tk ini yang termurah dari segi harga. Range harganya dari 10-100¥ untuk semua barang bekas pakai. Namun untuk barang handmade harganya berkisar antara 100-500¥. Selain barang-barang tersebut, ada juga beberapa barang yang gratis tinggal memilih saja.

Berapa lama persiapan bazaar ini?
Kepanitiaan bazaar ini sudah dibentuk sejak awal masuk sekolah. Namun panitia tersebut mulai aktif mempersiapkan segala halnya tiga bulan sebelum jadwal pelaksanaan. Jadi dua bulan awal digunakan untuk sharing informasi terkait bazaar ini sekaligus pengumpulan barang-barang dari para orang tua. Satu bulan terakhir digunakan untuk proses pengemasan barang, penetapan harga, dan dekorasi ruangan.

Bagaimana pengelolaan uang hasil penjualan?
Semua keuangan akan menjadi kas PTA.

Bagaimana bila barang-barangnya tidak terjual semua?
Memang biasanya masih bersisa sedikit. Untuk barang-barang sisa ini biasanya diberikan ke tempat penampungan barang untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.

Apa yang saya pelajari dari bazaar ini?
1) Belajar apik dengan barang.
Gunakan barang yang kita punya sebaik mungkin dan rawat dengan baik sehingga nilai pakainya tetap terjaga.
2) Berbagilah dengan orang lain.
Bila ada barang yang sudah jarang digunakan, atau ada barang yang sama sekali tidak terpakai, atau pakaian yang tidak muat lagi, daripada menggunung di gudang atau memenuhi lemari, hibahkanlah ke yang lain. Berbagi tidak akan pernah membuat kita rugi.
3) Sederhanakan semuanya sesuai kebutuhan.
Bila kita butuhnya hanya tujuh piring, jangan keluarkan puluhan piring di rak. Bila kita butuhnya beberapa pasang baju, jangan penuhi lemari dengan puluhan baju. Bila ada yang tidak lagi digunakan segera alihtangankan.

Informasi tentang bazaar saya peroleh saat ngobrol ringan dengan ibu-ibu PTA, sisanya hanya pandangan saya saja.

Terakhir ingin menuliskan ini,
Benar yaa tinggal di daerah yang rawan musibah (gempa, letusan gunung, topan, tsunami) mengasah rasa kepedulian yang tinggi ,kesederhanaan hidup, dan tak menilai orang lain dari penampilan luar.

#28/11/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s