Belajar Mencintai Al-Quran (1)

Standard

Bismillaahirrohmaanirrohiiim,

Kak, subuh ini, yuk kita mulai bincang hangat yang semoga bisa memuat hikmah, penguat ikhtiyar kita untuk mendapatkan ridhoNya, aamiin. Ummi mulai dengan mengingat masa-masa pertama kali Kakak berkenalan dengan buku Iqro. Buku luar biasa karya K.H As’ad Humam yang telah digunakan banyak orang untuk mulai belajar membaca al-quran. MasyaAllah ya Kak, mengalir pahalaNya untuk beliau.

Februari 2013, saat kita pulang lebih dulu dari Gyeongsan, Kakak berusia empat tahun kurang tiga bulan. Di kampungnya Emak, Kakak pertama kali masuk madrasah. Di madrasah itu banyak sekali teman sebaya Kakak. Dan rata-rata teman Kakak itu sudah berhasil menamatkan iqro tiga. Sementara Kakak, baru saja Ummi belikan buku iqronya. Eh tapi bukan berarti Ummi belum mengenalkan huruf hijaiyah ke Kakak lho yaa, semasa di Gyeongsan kita kan sering ya belajar huruf hijaiyah dengan mendengarkan lagu-lagu hijaiyah di youtube๐Ÿ™‚

Di madrasah itu, Kakak kelihatan senang sekali. Tentu saja karena madrasah buat Kakak adalah tempat bertemu dan bermain dengan teman-teman baru. Teman-teman Kakak ternyata bukan hanya mahir membaca iqro ya, rupanya mereka juga sudah pandai menulis dan berhitung. Bagaimana dengan Kakak? Kakak pandai sekali menggambar. Saat Ustadzahnya meminta semua murid menulis beberapa huruf iqro, Kakak malah asik menggambar sesukanya kemudian dengan semangatnya ikut mengantri menyerahkan hasil gambar Kakak untuk dinilai Ustadzah. Tau nggak Kak, Ustadzahnya sampai bingung mau nilai bagaimana๐Ÿ˜€

Waktu terus bergulir, kemampuan Kakak membaca buku Iqro baru sampai di beberapa halaman awal Iqro satu. Sampai itu saja, Ummi sudah senang Kak. Tiga bulan kemudian Kakak mendapat adik baru. Horee jadi bertambah ya teman mainnya selain Athifa. Kehadiran adik baru, Haifa, ternyata membuat Ummi agak kerepotan untuk tetap fokus membersamai Kakak ke madrasah sampai akhirnya Kakak libur sebulan. Maaf ya Kak, memang kondisinya lagi agak repot. Tiga bulan kemudian Abi pun pulang setelah menyelesaikan sekolahnya. Alhamdulillah kita berkumpul lagi ya๐Ÿ™‚ Dan selanjutnya Alloh SWT tunjukkan tempat baru untuk kita. Namanya Tsukuba, salah satu kota di Provinsi Ibaraki, Jepang. Tempat kita merantau saat ini, Kak.

Di Ninomiya house -tempat kita berteduh selama beberapa bulan di awal kedatangan di Tsukuba- kita bisa akses internet sepuasnya. Sejak saat itulah (Oktober 2013) kita bisa belajar iqro lewat video-video di youtube. Dan sejak saat itu pula Kakak minta Ummi membersamai Kakak belajar iqro dengan media buku Iqro yang kita beli di Panumbangan. Awal-awal, Ummi hanya menemani Kakak belajar seluangnya. Susah ternyata yang namanya konsisten itu Kak. Belum lagi Ummi yang sering kehabisan stok sabar. Padahal keinginan menjadi guru utama dan pertama buat Kakak dan adek-adek begitu menggebu. Giliran dihadapkan pada satu prakteknya saja, Ummi sering merasa kesulitan. Tapi, justeru disitulah Ummi belajar salah satu hal penting, yaitu istiqomah dalam berikhtiyar. Ummi kemudian teringat dengan sebuah hadits,

ุนู† ุนุงุฆุดุฉ ุจู†ุช ุฃุจูŠ ุจูƒุฑ ุงู„ุตุฏูŠู‚ โ€“ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง- ู‚ุงู„ุช : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ((ุฃูŽุญูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽุง ุฏูŽุงูˆูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุตูŽุงุญูุจูู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ู‚ูŽู„ูŽู‘ )) ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡ , ูˆ ุงู„ู„ูุธ ู„ู…ุณู„ู…

Dari โ€˜Aisyah binti Abi Bakr Ash-shiddiq โ€“radhiallahu anhuma- berkata : Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda : โ€œAmalan yang lebih dicintai Allah adalah amalan yang terus-menerus dilakukan walaupun sedikit.โ€ (HR Bukhari dan Muslim, dengan lafazh Muslim)

Yaa ini tentang konsistensi, soal istiqomah dalam beramal. Jadi, lebih baik sedikit-sedikit tapi rutin daripada banyak tapi tidak diteruskan atau hanya sesekali. Jadi kita sama-sama belajar mempraktekan kandungan hadits di atas ya Kak. Kita belajar membaca buku Iqro setiap hari. Baik itu sehalaman atau hanya satu baris, yang penting setiap hari sehingga menjadi kebiasaan dan kebutuhan. Dan alhamdulillah, hari ini Kakak sudah sampai di pertengahan Iqro lima. Barokallahu fiiki, zaadakillahu ‘ilman wa hirsho (semoga Alloh SWT menambahkan ilmu dan semangat untuk Kakak).

Oya Kak, maaf kalau Ummi tidak sama dengan kebanyakan ibu yang mengajarkan calistung lebih dulu ke anak-anaknya. Ada beberapa alasan kenapa Ummi lebih mengarahkan Kakak belajar membaca Al-quran terlebih dahulu. Ummi juga tidak fokus pada hafalan Al-quran dulu. Tidak fokus bukan berarti kita tidak belajar menghafal ya Kak. Hanya saja porsinya yang berbeda. Alasan utama dan pertama tentu karena Al-quran adalah petunjuk hidup untuk kita semua menuju surgaNya. Ummi dan Abi memang selalu berdoa dan berikhtiyar agar Kakak selesai Iqro enam dan bisa membaca Al-quran saat Kakak masuk Sekolah Dasar, nanti. Kami agak sedikit khawatir, pelajaran dan tugas-tugas dari sekolah akan menyita waktu Kakak sehingga belajar membaca Al-quran menjadi kegiatan yang membebani di waktu sisa. Terlebih saat ini kita sedang merantau di negri orang, dimana tidak ada pelajaran agama Islam di Sekolah atau tempat belajar lainnya selain di rumah. Eh tapi alhamdulillah ya Kak, enam bulan yang lalu, Om dan Tante yang sedang bersekolah di sini, berkenan meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk menghidupkan TPA Himawari, tempat kita belajar islam meskipun hanya sepekan sekali. Semoga kebaikan dan pahalaNya tercurah untuk beliau-beliau, aamiin.

Ketika Kakak sudah bisa membaca Al-quran maka akan senang sekali saat bisa membaca ayat-ayat yang sebelumnya Kakak hafal. Beberapa hari ini, Kakak girang sekali saat menemukan beberapa ayat di dalam lembaran iqro lima. Kakak bilang, “Eh, ini kan al-quran yang Kakak hafal ya. Kakak sudah bisa baca al-quran, Ummi..” Kebahagiaan itu semoga selalu membersamai Kakak di setiap waktu. Yaa, bahagia setiap berinteraksi dengan ayat-ayatNya. Hal ini pula Kak yang menjadi alasan kami mengarahkan Kakak belajar membaca al-quran. Harapan kami, Kakak bisa semakin bersemangat saat belajar bacaan sholat, belajar menghafal ayat-ayatNya. Jadi, tak hanya mengandalkan kemampuan pendengaran tapi sekaligus dengan metode visual, membacanya langsung. Semoga Alloh SWT ridhoi setiap ikhtiyar kita ya Kak. Aamiin. Oya Kak, semangatnya Kakak setiap hari belajar membaca iqro sudah menular ke Athifa dan Haifa. Sekarang Athifa sudah meminta Ummi menemaninya belajar Iqro satu, sementara Haifa dengan semangat memilih buku dan meminta Ummi membacakannya setelah Kakak dan Athifa selesai membaca Iqro. Alhamdulillahirobbil’aalamiiin.

Bincang-bincangnya sampai di sini dulu ya Kak. Nanti kita sambung lagi dengan beberapa ayat al-quran dan hadits yang menjelaskan keutamaan belajar dan mengajarkan Al-quran. Semoga dengannya, bertambah keimanan kita pada Al-quran dan selalu berada dalam petunjukNya, aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s