Seindah Rindu yang Bersemi

Standard

Pagi yang indah. Jemari menari membuka sebuah pesan di handphone. Sebuah foto cantik menjadi pembuka pesan. Ya, sakura telah bersemi. Indahnya.

image

Namun, tak kalah indah sederet kalimat yang ada setelahnya.

“Sakuranya sudah mekar Nda. Tapi ga seru menikmati sakura sendirian.”

Lagi-lagi senyum mengembang sekalipun mata berkaca-kaca. Ternyata merindu dan dirindu sama bahagianya. Sedikit sedih menyelinap dalam kalbu tatkala mengingat semua memori musim semi yang memesona. Bukan menyoal indahnya bunga-bunga yang bermekaran. Tapi, memori setiap waktu yang kami lalui untuk saling membersamai sambil menikmati indahnya sakura.

Teringat setiap akhir pekan kami berusaha mencipta waktu yang spesial. Bersama mengukir langkah di sekitar kampus bercerita banyak hal. Mencari spot indah untuk berfoto bersama. Merekam kebersamaan dalam video singkat. Menyantap bekal sederhana di bawah pohon sakura yang megah. Sungguh, semuanya mencipta keceriaan di musim semi.

Dan kini, terpisah jarak yang tak dekat tlah menghadirkan rindu yang bersemi indah di dalam kalbu. Ritmenya mengalun syahdu. Mempertemukan lisan yang saling merindu dalam tautan kata yang merdu.

Jarak yang tak dekat membuat setiap kata begitu mengikat dan menguatkan. Menjadikan doa sebagai huluran rindu. Kian mematri keyakinan bahwa Dia-lah sebaik-baik penjaga. InsyaAllah. Alhamdulillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s