Di Pertengahan Sya’ban, Jelang Ramadhan

Standard

Alhamdulillah wa syukurilah, telah sampai di pertengahan Sya’ban. Artinya, sebentar lagi ramadhan bertandang. AllohuAkbar! Gempita haru bahagia memang selalu mengisi hati setiap muslim saat menyambut bulan penuh berkah, ramadhan. Begitu pun dengan saya. Bahagia tak terkira masih diijinkan-Nya menyiapkan diri untuk sebuah momen penuh ampunan. Dan, mudah-mudahan saya masih diijinkan-Nya pula untuk benar-benar bertemu dengan tamu agung, ramadhan yang penuh berkah. Aamiin

Kali ini adalah ramadhan ke tiga yang saya akan lalui di negeri ginseng, Korea Selatan. Dan, alhamdulillah ramadhan kali ini keluarga kecil kami semakin ramai dengan kehadiran si bungsu. Pastinya, saya pun harus benar-benar memenej waktu. Mengingat malam yang pendek di musim panas yang bertepatan dengan bulan ramadhan ini. Bayangkan, subuh pukul setengah empat dan maghrib hampir pukul delapan. Shaum kurang lebih 16 jam. Si bungsu masih dalam tahap pemberian ASI eksklusif, dan di pertengahan ramadhan kelak ia akan mulai MPASI. Suatu kondisi yang menuntut saya lebih detail lagi menyusun jadwal harian. Semua ini harus dipersiapkan. Karena ternyata, jadwal yang acak-acakan bersama krucil akan memengaruhi mood saya. Benar adanya, setiap tahap perkembangan anak adalah episode baru untuk saya terus belajar dan belajar menenej diri. Alhamdulillah.

Ada rasa malu untuk kembali bertemu dengan tamu agung ini. Malu, karena menyadari sepenuhnya, selepas pertemuan dengannya tahun lalu, diri ini tak kunjung berubah. Masih dengan berlumur khilaf, terlena dengan prasangka, dan mungkin penyakit hati yang masih sering hinggapi diri. Astagfirulloh. Lisan dan hati yang tak terjaga, langkah yang tak terarah. Mudah-mudahan diri ini akan lebih baik lagi memaknai setiap detik.

Ada sejumput rindu dalam kalbu. Teringat sebuah surau dan mesjid Al Ikhlas di sebuah desa kecil di kaki Gunung Sawal. Terbayang jelas bagaimana kebahagiaan kami, remaja mesjid, menyambut sang tamu agung. Subuh berjama’ah, ceramah subuh, tadarus Quran, bersih-bersih mesjid. Sorenya kami berkeliling desa menjajakan makanan khas berbuka; kolak, dawet, dan sirup. Kemudian kembali bersua saat Isya berjamaah dan tarawih. Suara pentungan yang membangunkan warga untuk sahur. Solawat yang mengalun indah dari setiap surau. MasyaAllah, kerinduan ini tak tersangga. Kami remaja mesjid menutup ramadhan dengan berbuka bersama. Mengundang seluruh lapisan masyarakat. Aah, rindunya saya datang ke setiap pintu rumah mengundang semua warga berkumpul di mesjid Al Ikhlas. Sungguh merindu!

Namun, ada sebuah rasa yang bertahta di hati. Keras, melebihi kerinduan itu. Rasa yang membuat dada ini begitu sesak. Benci membuncah pada musuh-musuh Allah. Di tengah gempita bahagia sebagian muslim menyambut ramadhan, masih jelas terekam bagaimana detik yang dilalui saudara kami di negri jihad. Mereka yang di Palestina, Myanmar, Syria, Somalia, dan belahan bumi lainnya yang sedang menikmati perjuangan yang sesungguhnya menuju syurga-Nya. Benar, diri ini selalu mengharap surga. Tapi, kenyataan, iman masih goyah dengan keluhan yang menggunung. Malu dengan mereka yang benar-benar sedang berada di bumi jihad. Ya Rabb, sungguh kemenangan kami atas musuh-Mu itu adalah mudah bagi-Mu. Dalam sujud, hamba mohon, satukanlah kami, hamba-hamba-Mu, dalam jalan dakwah. Bersama, berbaris di jalan yang benar. Berproses sesuai sunnah Rasul-Mu. Aamiin.

Ada banyak kata yang mungkin melukai hati tanpa disadari,

gerak lidah tak bertulang yang menoreh luka mendalam,

jua kelemahan hati yang memperturutkan prasangka,

sungguh semuanya adalah wujud ketidaksempurnaan diri.

Jelang ramadhan, tulus saya meminta maaf untuk semua khilaf, untuk meraih ampunan-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s