Kita Satu (Islam) Sekalipun Berbeda Kendaraan Dakwah

Standard

1. ini kisah yang saya ingin anda ambil pelajaran, cukup disimak, dan tak perlu ajukan pertanyaan setelahnya, ok🙂
2. satu waktu, di mail sy terdaftar puluhan tanya yg menanti dijawab, satu persatu saya buka dan jawab semampu ilmu yg terbatas
3. ada tanya singkat dari seorg akhwat “afwaan jiddan, felixsiauw manhajnya apa ya?” | jwb saya “ahlu sunnah wal jama’ah”
4. karena begitulah seharusnya manhaj setiap Muslim, mengikuti sunnah nabi dan bersatu dalam al-jama’ah Islam, syarat surga, ujar Rasul
5. tanya kedua dr akhwat yg sama “afwaan ada yg bilang ke ana bahwa ustad aktivis HTI ?” | mulai aneh, sy jawab “betul, sy aktivis HTI”
6. lalu dijawab “afwan ustad bukan ahlussunnah wal jama’ah dan bermanhaj salafusshalih ustad dari HTI tdk semanhaj dgn ana :)”
7. DEG! terdiam semenit sy di monitor, coba resapi kalimat barusan dgn teliti, khawatir setan telah merasuk menjadi prasangka buruk
8. sy coba baca lagi, khawatir ada ambiguitas kalimat, coba pahami dengan kacamata khusnu dzann, namun tak dapat pembenaran itu
9. masyaAllah, masyaAllah, istighfar berkali-kali sy coba lafalkan, harapkan itu bermanfaat agar airmata tak berlinang keluar
10. terus terang, kami mualaf | sudah biasa bagi kami dicaci-maki kaafirin saat kami coba jelaskan Islam pada mereka
11. terus terang, ayah kami belumlah Muslim, dan itu meniscayakan kami berbangga dengan Islam saat lingkungan justru mengolok-olok kami
12. dan tak sekalipun kami keluarkan airmata saat beradu dengan kaafirin | sungguh, lebih menyedihkan saat harus berargumen dengan Muslim
13. menurut kami, cobaan itu bukan berat bila datang dari kaafirin, itu biasa | tapi menyakitkan saat harus datang dari kawan kami
14. belum sampaikah ayat Al-Qur’an “Muhammad Rasulullah dan orang2 yg bersamanya, keras thd kaum kafir, tetapi kasih-sayang sesama mereka”
15. seharusnya lebih hati-hati bagi kita untuk berucap, apalagi pada umat yang syahadatnya satu | kasih-sayang adalah panduan
16. dari hadits2 disimpulkan, manhaj hanya ada 2; 1) ahlusunnah wal jama’ah atau 2) selain ahlusunnah wal jama’ah
17. dari hadits2 juga dsimpulkan, hanya manhaj ahlusunnah wal jama’ah yg diizinkan mendapat surga Allah, dan yang lainnya tidak
18. oh.. mungkin itu yang dimaksud, kami bukan termasuk ahlusunnah wal jama’ah dan ikuti salafusshalih | tak ada tempat bagi kami di surga
19. takabbur, menolak kebenaran dan meremehkan manusia | sayalah yg berhak atas surga Allah, sedang engkau hina dan tak berhak akan surga
20. masyaAllah, masyaAllah, sementara masih banyak musuh yang mesti dihadapi, ada pula yang rusak barisan | ironis
21. bila memang kami tersalah, sudi kiranya kami dinasihati, itu hak kami | begitulah akhlak seorang Muslim pada yang lainnya
22. bila memang kami tersesat, mengapa tiada tabayun (konfirmasi) kepada kami? | anggapan dan informasi sepihak bukanlah dalil
23. apalah arti HTI, PKS, Tarbiyah, Ikhwanul Muslimin? Ia hanya kendaraan dakwah | Allah akan menghisab hambanya satu persatu
24. ada masa saat lisan diri tak terbantu jamaah dakwah, ada saat dimana amal pribadi tak tersangkut dengan nama partai dan klaim
25. Allah bolehkan beragam kelompok dakwah, walau bisa Allah satukan hati kita semua? | tapi Allah inginkan kita berlomba dalam kebaikan
26. salah satu kebijakan dlm berdakwah adl berdiam lisan dalam beda, dan berbaik sangka sesama saudara | indahnya Islam
27. bilapun mengkritik, maka pemikirannya yang dikritik dengan dalil, bukan jama’ah atau bahkan individunya | indahnya Islam
28. saat kami jadi Muslim, sy diajarkan bahwa ikatan aqidah melebihi segalanya | bahkan melebihi ikatan keluarga kami yg blm Muslim
29. karena itulah, sedih sekali, saat saksikan saudara yg engkau bela malah berkata yang tak pantas pada saudaranya yg lain
30. siapapun kita, HTI, PKS, Tarbiyah, Ikhwanul Muslimin, kita adalah saudara | yg darah dan kehormatannya pasti akan kami bela
31. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk mencoba menjadi yg terbaik | bukan menganggap diri paling baik
32. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk menjaga lisan dan tangan kami dari saudara kami sendiri
33. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk berlomba dalam kebaikan, bukan sibuk mencari aib saudara dan diam melihat kemunkaran penguasa
34. zzz.. zaman sekarang, masih ada juga yg melihat orang berdasarkan harakahnya🙂
35. sekali lagi, saya hanya ingin anda mengambil pelajaran, cukup disimak dan renungkan, dan tak perlu ajukan pertanyaan, ok🙂

Ustadz Felix Siauw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s