Mengapa Tilawah & Tahfidz merupakan langkah awal membina Iman dan Islam pada diri anak ?

Standard

Ada beberapa alasan yang penting kita ketahui sebagai Orang tua, pembina dan pendidik anak agar kelak kita bisa mendapatkan “mahkota kemuliaan” di akhirat nanti, Insya Allah

1. Masa kanak-kanak adalah masa yang paling tepat mengakrabkan anak dengan nash-nash al-quran sehingga menjadi hafalan yang melekat dalam otaknya.

Hal itu akan sangat bermanfaat di usia dewasanya untuk pengembangan ilmu yang diminatinya. Bacalah sejarah, niscaya akan kita dapati bahwa sebagian besar ulama hafal al-quran sebelum masa balighnya. Sebagai contoh : Imam asy-Syafi’i hafal al-quran pada usia 7 thn. Imam Ahmad dan Ibnu Sina hafal al-quran pada usia 10 thn. Selain itu pula, para ulama hadis tidak akan menerima calon muridnya kecuali jika ia telah hafal al-quran, Masya Allah !

2. Masa kanak-kanak adalah masa yang paling tepat untuk mengaktifkan bagian kiri (hemisphere) otak yang cenderung untuk menghafal dan berfikir.

Kecenderungan menghafal itu jika tidak di isi dengan al-qur’an maka akan terisi hafalan-hafalan lain yang tidak bermanfaat.

3. Masa kanak-kanak adalah masa kondisi fitrah yang suci dan bersih.

Keakrabannya dengan al-quran yang suci akan cepat menyatu sehingga menghasilkan keimanan dan keislaman yang ideal. Hal itu akan menjadi modal yang besar pada masa dewasanya untuk melaksanakan perintah Allah SWT dengan penuh kerelaan dan kesadaran karena telah tercukupi dalam dirinya modal keimanan yang seimbang dengan bobot amal tersebut. Jika anak-anak atau remaja sekarang begitu susahnya melaksanakan sholat (apalagi jihad). Padahal itu bertentangan sekali dengan sejarah islam pada masa Rasulullah SAW dimana ketika itu banyak anak-anak para sahabat yang berebut ingin ikut berjihad tetapi Rasulullah melarangnya. Mereka pun menangis. Itulah anak-anak ! Bisanya hanya menangis. Namun jangan lupa, itu adalah tangisan Fii Sabilillah.

4. Spiritualitas anak akan tumbuh sehat jika keakrabannya dengan al-quran sangat intensif sehingga mudah menyerap setiap nilai positif yang di ridhoi Allah SWT.

Keakraban yang intensif dengan al-quran hanya mungkin terjadi dengan tilawah dan tahfizh. Spiritual yang sehat akan menjadikan anak kita kuat menghadapi tantangan kehidupan yang semakin tahun semakin meningkat dan berat sehingga setiap tantangan kehidupan yang dihadapinya akan diselesaikan dengan solusi rabbani. Sebaliknya, spiritual yang ringkih akan menjadikan anak tidak tahan menghadapi tekanan hidup pada masa dewasanya sehingga maksiat menjadi caranya dalam menyelesaikan masalah. Na’udzu billah min dzalika !

Semoga Allah SWT menjadikan kita dan keluarga kita sebagai Ahlullah yang kriterianya adalah hidup akrab dengan al-quran. Amiin.

Wallahu’alam bishowwab.

( Ditulis ulang dari buku Tarbiyah Syakhsiyah Qur’aniyah karangan Abdul Aziz Abdur Rouf, LC dengan sedikit editan dari penulis )

Ditulis oleh Mba Usri Ami di Grup Muslimah Indonesia-Korea, Facebook.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s