Seputar Kerak Kepala pada Bayi

Standard
Kerak Kepala pada Bayi
Ketombe pada bayi biasanya juga disebut dengan kerak kepala bayi.

Ciri kerak: bersisik-sisik tebal berminyak berwarna kuning di dahi dan bagian atas kepala bayi. Yuk, bersihkan agar bayi jadi cantik, bersih dan merasa nyaman!

Bayi yang baru lahir memang biasanya masih terdapat kerak kepala di dahinya. Kerak kepala atau cradle cap ini memang akan terkelupas sendiri, menjadi serpihan-serpihan tipis seperti ketombe, jika sudah mengering.

Kerak kepala ini muncul akibat masih adanya kandungan hormon dari sang bunda dalam tubuh bayi. Untungnya, kerak kepala ini hanya bersifat sementara, yang akan hilang dengan sendirinya seiring berkurangnya kadar hormon ibu dalam tubuh bayi. Gangguan kulit ini mungkin akan berlangsung sampai si kecil berusia 8 – 12 bulan.

Namun ada baiknya juga jika Anda membersihkan kerak kepala tersebut, karena selain mengganggu penampilan, kerak ini juga membuat gatal dan mengganggu pertumbuhan rambutnya.

Perawatan kerak kepala:

  • Siapkan baby oil, sisir sikat yang halus, sampo bayi dan waslap. Gunakan hanya produk khusus bayi.
  • Oleskan minyak pada kulit kepala bayi yang berkerak sambil dipijat perlahan. Biarkan kira-kira 12 jam atau diinapkan semalam, agar kerak melunak dan mudah dibersihkan. Anda bisa melakukannya pada saat bayi tidur.
  • Sisir rambut bayi menggunakan sisir sikat halus, sambil mengangkat kerak kepala yang terlepas. Lakukan perlahan dan hati-hati.
  • Cuci rambut dan kulit kepala bayi dengan sampo bayi, waslap, dan air hangat. Bilas sampai bersih.

Jika ternyata masih terdapat kerak di kepalanya, ulangi tahapan di atas keesokkan harinya. Jika perlu, gunakan serangkaian produk bayi khusus untuk mengatasi dan mencegah kerak kepala.

Hati-hati infeksi! Ketika Anda melakukan perawatan kerak kepala, berhati-hatilah. Kalau tidak, bisa terjadi infeksi pada kulit kepala si kecil. Jangan melepas secara paksa kerak kepala saat kering, apalagi dilakukan dengan jemari tangan Anda karena bisa melukai kulit kepala bayi, serta menimbulkan risiko infeksi.

Jika Anda menjumpai tanda-tanda infeksi, seperti timbul ruam-ruam merah, bawa si kecil ke dokter. Dokter mungkin akan menyarankan Anda menggunting rambut di bagian kulit kepala tersebut, dan memberinya salep antibiotik.

Sumber: http://bundahezica.blogspot.com/2009/01/kerak-kepala-ketombe-pada-bayi.html

—-

Walau Biasa, Jangan Sepelekan Kerak Kepala!
Senin, 8 Maret 2010 | 15:54 Wita

DUH, masih bayi koq sudah berketombe. Pasti Moms risih kalau ada yang mengatai begitu soal kepala si kecil, bukan? Ya, pada beberapa bayi memang sering ditemui semacam sisik atau kerak tebal berminyak pada dahi dan kulit kepalanya.

Begitu mengering, kerak itu bisa terkelupas sendiri menjadi serpihan-serpihan tipis seperti ketombe. Berani taruhan, pasti Moms gemas ingin segera mempretelinya. Apalagi bayangan dinilai jorok atau tidak mengurus si kecil dengan bersih, terus membuntuti Moms.

O, o… tenang Moms. Memang, hal itu tak boleh dipandang sebelah mata. Ia tetap perlu perawatan khusus meski kerak kepala bisa rontok dengan sendirinya!

Sejak 12 minggu kelahiran

Kerak kepala (cradle crap) biasanya muncul ketika bayi memasuki usia 12 minggu. Hal itu terjadi karena terlalu aktifnya kelenjar lemak kulit (kelenjar sebaseus). Kelenjar sebaseus itu memroduksi sebum yakni kandungan minyak untuk melembabkan kulit, termasuk kulit kepala.

Jika sebum ini sangat aktif, ia bisa mengeluarkan lemak atau minyak berlebih yang akhirnya ‘menumpuk’ pada kulit kepala. Begitu lemak itu mengering, akan menimbulkan lapisan tebal pada kulit yang akan berkerak.

Penyebab

Ada dua faktor mengapa terjadi gangguan fungsi kelenjar minyak pada rambut yakni adanya disfungi kelenjar minyak dan faktor kelainan atopik (alergi).

Disfungsi kelenjar minyak

Kadar tinggi hormon kehamilan atau hormon androgen yang diperoleh melalui plasenta ketika bayi masih di rahim adalah salah satu faktor terjadinya disfungsi kelenjar minyak.

Kerak yang keluar karena disfungsi kelenjar minyak ini biasanya memang akan mengelupas dan jatuh setelah terlepas dari epidermis (kulit ari).

Sayangnya, ketika kulit kepala bayi mulai berkontak dengan lingkungan yang ada, debu yang terbawa udara itu akan melekat pada kulit kepala yang berminyak. Akibatnya, timbul sisik-sisik halus berwarna putih yang akan menjadi kerak atau yang akrab dikenal sebagai sumbukan, atau dermatitis seboroik ringan.

Umumnya, ketika bayi memasuki usia 8 – 12 bulan, kerak kepala ini akan hilang dan mengelupas dengan sendirinya karena berkurangnya jumlah hormon androgen. Ini berarti, produksi kelenjar minyak bayi pun sebanyak usia awal-awal kelahiran. Kendati demikian, ada baiknya Moms tetap memberi perhatian pada kulit kepala si kecil. Kalau tidak dibersihkan, bisa saja ia akan muncul kembali.

Kelainan atopik

Bayi yang memiliki kelainan kulit kepala akibat alergi, biasanya akan mengalami kerak kepala lebih lama, hingga usia bayi lebih dari setahun. Tak ayal, bayi yang mempunyai riwayat alergi di keluarga umumnya akan mengalami peradangan dermatitis seboroik berat. Di mana sisik-sisik tersebut akan bisa meluas ke seluruh daerah yang kaya akan kelenjar minyak, hingga akan menebal sampai menutupi seluruh kepala.

Ingat Moms, bila keraknya sudah menebal dan keras, jangan selalu mencuci rambut bayi setiap kali memandikannya. Hal ini malah bisa menimbulkan kekeringan pada kulit kepala, yang akhirnya mempercepat peradangan.

Untuk itu, bila Moms menjumpai tanda-tanda seperti timbul ruam-ruam merah dan mengeluarkan cairan kuning agak berminyak, bawa segera bayi ke dokter. Bila sudah begitu, sangat diperlukan intervensi dokter dan harus mendapatkan pengobatan yang sifatnya menekan produksi kelenjar minyak.

Tip membersihkan kerak kepala

1. Oleskan minyak kelapa atau baby oil pada kulit kepala bayi yang berkerak. Khusus baby oil, gunakan sedikit saja karena dapat mengakibatkan biang keringat bila berlebihan. Hal ini lantaran kulit bayi tertutup rapat sehingga tak bisa bernapas.

2. Pijatlah daerah yang bersisik dan telah diolesi minyak tadi dengan lembut dan perlahan. Utamanya bagian dekat ubun-ubun, karena ubun-ubun masih terbuka dan lembek. Ini bertujuan untuk melembutkan kerak sehingga mudah dibersihkan.

3. Biarkan kira-kira 12 jam atau diinapkan semalam, agar kerak melunak dan mudah dibersihkan. Anda bisa melakukannya pada saat bayi tidur.

4. Keesokan paginya, sisir rambut bayi menggunakan sisir sikat halus, sambil mengangkat kerak kepala yang terlepas. Lakukan perlahan dan hati-hati.

5. Setelah itu cucilah rambut si bayi dengan sampo khusus bayi. Gosok lembut sampai berbusa. Hati-hati, jangan sampai mengenai matanya. Lalu basuhlah sampai bersih.

“Jangan melepas secara paksa kerak kepala saat kering, apalagi dilakukan dengan jemari tangan. Itu bisa melukai kulit kepala bayi dan berisiko infeksi,” ujar dr. Abraham Arimuko, SpKK dari RSPAD Gatot Soebroto.

Sumber: http://202.146.4.120/printnews/artikel/37720

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s