Tips Menjalani Kehamilan di Ranah Rantau [Korea]

Standard

Yakin, ada banyak perempuan yang bergelar ‘Ibu Luar Biasa’ di berbagai belahan bumi. Karena, setiap kehamilan yang dilaluinya adalah masa indah sekaligus perjuangan tersendiri, bagaimanapun kondisinya. Masa yang selalu membentuk seorang perempuan lebih dewasa lagi.

Hamil di luar negri! Mungkin bagi sebagian orang terkesan sesuatu yang ‘wah’. Padahal, setiap hari dijalani dengan menguatkan diri pada kesabaran yang tak bertepi. Betul, hamil jauh dari keluarga sedikitnya menuntut kelapangan hati untuk menerima kenyataan tak ada ibu, kakak, adik, dan saudara untuk berbagi. Namun, muslimah sejati tak langsung berkecil hati. Bukankah Allah SWT tidak akan membebankan suatu cobaan di luar kemampuan kita? Karena sejatinya, Allah SWT selalu menganugerahkan kekuatan yang luar biasa untuk setiap cobaan yang kita terima.

Saya bersyukur pernah merasakan perjuangan menjadi ibu hamil, melahirkan, dan menyusui jauh dari keluarga. Karena sejatinya setiap episode hidup itu dihiasi berjuta pembelajaran dan hikmah. Dan, sekedar berbagi, saya ingin menuliskan beberapa tips menjalani kehamilan jauh dari keluarga. Mudah-mudahan menambah kekuatan tersendiri untuk saya mampu menjalani episode berikutnya, mengasuh dua putri di ranah rantau.

Bersama mereka yang selalu membuat saya tersenyum selama masa kehamilan

Yuk kenali kondisi!

Perempuan identik dengan perasaan yang lembut. Namun perlu diperjelas, perasaan lembut tidak harus selalu berarti ‘sensitif’. Atur perasaan itu pada tempat dan sesuai porsinya. Ada kalanya kita harus mengedepankan logika. Bagaimana caranya? Belajarlah pada orang terdekat anda saat ini. Ia adalah suami. Lantas apa hubungannya dengan kehamilan?😀 Jadi begini, perasaan halus itu biasanya kita gunakan sebagai pembelaan untuk kita yang moody. “Ahh, namanya juga perempuan. Wajar dong sensi.” Betul, perempuan memang lebih sensitif dibanding kaum adam. Dan, tingkat sensitifitas setiap perempuan ternyata beda-beda. Namun, untuk masa kehamilan, sensi itu biasa. Bahasa gaulnya, bawaan orok! Atau bahasa ilmiahnya karena hormon yang lagi labil. Jadi, sadari dan kenali bahwa sifat sensi, manja, dan sebagainya itu sesuatu yang wajar saat hamil. Setelah menyadari betul, baru kita bisa mengendalikan kesemuanya itu. Tidak harus minta perhatian berlebih, diturutin segala maunya, terlebih ngidam yang aneh-aneh. Terkecuali, kondisi kita memang membutuhkan bantuan dan perawatan berdasarkan hasil pemeriksaan medis. Misal, ibu hamil harus bedrest karena alasan kesehatan, dan lainnya.

Jangan pernah membandingkan keadaan!

Berbeda keadaan dengan orang lain bukan jadi alasan untuk mengasihani diri. Ini hanya akan memperkeruh suasana hati dan berimbas pada rutinitas setiap hari. Ketika orang lain diberi kemudahan (menurut sudut pandang kita tentunya), berbahagialah untuk mereka. Usah membandingkan dengan keadaan kita. Misal, ada sahabat yang sama-sama hamil tapi bisa mengajak ibu/keluarganya untuk menemani di ujung kehamilan dan saat persalinan. Sementara itu di saat yang sama, kondisi kita berkebalikan. Apa-apa harus sendiri. Sekali lagi, kenali kondisi kita, terima dengan lapang. Selanjutnya, kita bisa bergerak lebih ikhlas. Tepis iri yang tak memberikan arti. Dan dengan senyum menjalani hari indah menjadi bumil dan busui dengan kehadiran doa ibu tercinta. Bukankah ada yang terkasih yang setia menemani? Melewati semuanya berdua dengan suami akan membuat hubungan keduanya semakin kompak. Khusus untuk pengalaman saya, ada babak yang tak kan terlupakan. Mengharu biru mengenangnya. Saat sang kekasih hati dengan keikhlasannya, bersedia menggantikan peran saya di rumah selama dua pekan setelah persalinan. Termasuk mencuci kain popok satu per satu (nomu gumabseumnida, Abi :)).

Hamil sambil ngasuh? Kenapa tidak! Si sulung Wafa belum berkesempatan untuk sekolah. Alhasil selama saya hamil bahkan sampai sekarang, rumah selalu rame. Tak jarang saya emosi berat melihat tingkahnya. Ya, namanya juga anak tiga tahun. Masa aktif dan pembelajaran. Belum bisa mengerjakan semuanya sendiri. Ada beberapa hal yang masih harus dilayani. Belum lagi harus menjadi teman yang asik buatnya di rumah. Untuk yang satu ini memang sangat menguji saya. Sampai saat ini saya selalu berusaha membuat jadwal terbaik untuk menghabiskan waktu dengannya. Sekalipun sering gagal. Tapi insyaAllah banyak pembelajaran berharga dari si sulung. Ia mengajarkan saya arti sabar menjadi ibu (gomawo Wafa :))

Berdayakan diri!

Berdayakan diri dengan selalu berpikir positif. Bangun pikiran positif itu dengan keyakinan utuh bahwa Allah SWT menganugerahkan segala cobaan dan ujian untuk pribadi kita yang lebih baik. Berikhtiar dengan menggali ilmu sebanyak-banyaknya. Berikut beberapa link yang saya rekomendasikan untuk diselami lebih dalam terkait kehamilan dan persalinan,

1) link baby gaga, bisa melihat perkembangan janin per minggu. Info cukup lengkap.

http://pregnancy.baby-gaga.com/calendar/week1

2) link bidan kita. Diasuh ibu bidan Yesie Aprillia S.Si.T, M.Kes. Beliau pro gentle birth dan salah satu nara sumber di grup GBUS (Gentle Birth Untuk Semua)

http://www.bidankita.com/

3) grup Gentle Birth Untuk Semua di facebook

https://www.facebook.com/groups/gentlebirthuntuksemua/

4) link untuk senam prenatal pilates

a. 10 minute prenatal pilates part1 [standing pilates]

b. 10 minute prenatal pilates part2 [core pilates]

c. 10 minute prenatal pilates part3 [total body pilates]

d. 10 minute prenatal pilates part4 [pilates for flexibility]

 

2 responses »

  1. Assalamu’alaikum..
    🙂
    mbak, saya sela, masih kelas 2 SMA sih,hehe
    tapi saya mau tanya, mbak Linda tinggal di Korea ya?
    maaf kalau boleh tau bekerja apa ya?
    saya punya cita-cita merantau ke Korea kelak, boleh minta pendapatan/saran nya tidak?

    Wassalamu’alaikum..

    • wa’alaikumsalam Sela..

      Maaf baru liat blog lagi jadi baru terbaca skrng. Kebetulan sejak 1 februari saya sudah pulang ke kampung halaman. Selama 3,5 tahun di sana saya menemani suami yg sedang sekolah.
      Sela mau lanjut kuliah di sana? Untuk informasi beasiswa bisa dilihat di fb akunnya informasi beasiswa korea. Page yang diasuh oleh temen2 perpika (persatuan pelajar indonesia di korea) di sana. mudah2an bisa sedikit membantu..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s