Kehamilan Kedua, Jejak Kehadiran Athifa

Standard

Minggu, 19 Juni 2011, kehadiran Athifa kali pertama saya ketahui. Haru bahagia menyelimuti perasaan saya dan suami kala itu. Dua minggu kemudian, saya tahu usianya di dalam rahim. Enam minggu dua hari. Ini kehamilan saya yang kedua. Benar, ternyata setiap kehamilan itu melukis luapan rasa bahagia yang penuh warna. Memberikan sejuta jejak cerita yang berbeda. Di kehamilan kedua ini saya belajar banyak hal yang tidak saya alami di kehamilan pertama.

Trimester pertama…

Jauh berbeda dengan kondisi waktu hamil pertama dulu. Kini saya baru tahu bagaimana rasanya hiperemesis. Mual hebat dari bangun tidur sampai menjelang tidur. Bukan melebih-lebihkan, tapi begitu nyatanya. Suatu kondisi yang menantang. Bagaimana tidak, kala itu adalah musim semi. Masa untuk anak-anak riang bermain di taman. Begitu pula Wafa yang selalu ingin main di taman. Awal kehamilan, masih tidak begitu bermasalah. Namun menginjak usia kandungan delapan minggu, semua berubah. Tak hanya mual hebat.  Pusing dan badan serasa cepat lelah pun saya alami. Semenjak itu, saya tak sanggup lagi berjalan jauh, terlebih menemani si sulung bermain.

Pernah sekali memaksakan diri belanja ke sebuah toko di sekitar rumah. Menyebrangi jalan yang lebarnya kurang lebih delapan meter saja berasa begitu berat. Melihat ujung jalan terasa menjauh. Melangkah kaki dengan kepala pusing dan badan berkeringat dingin. Sesampainya di sebrang jalan, tak kuasa lagi berdiri. Alhasil saya pun jongkok di tepi jalan. Pemandangan langka untuk masyarakat di sini. Aah, tak mempedulikan mata yang tertuju jelas ke arah saya. Memejamkan mata sejenak, lantas kembali menyebrangi jalan. Artinya, saya mengurungkan niat berbelanja dan kembali ke rumah. Selepas itu, belanja adalah tugas suami di akhir pekan. Dan menemani Wafa bermain, tugas lainnya saat jam makan siang. Begitulah indahnya kebersamaan di ranah rantau.

Pengalaman dahsyat saat awal kehamilan kedua ini adalah saat mengikuti MT Summer Lab, 16-17 Juli 2011. Kala itu usia kandungan delapan minggu. Tak dinyana, perjalanan ke Jinju itu memakan waktu lebih dari tiga jam. Itu pun baru sampai di siktang (restoran) untuk istirahat sebentar dan makan siang. Setelah itu perjalanan dilanjut lebih dari setengah jam untuk sampai di penginapan. Belum menyoal makanan, hanya udang dan kimchi yang bisa kita konsumsi. Tapi, ternyata bumil bisa menikmati liburan kala itu. Sekalipun kondisi sedikit membatasi. Jalan-jalan gitu!

Sanchong, Jinju, Korea Selatan

Trimester kedua…

Hiperemesis berakhir saat usia kandungan 20 minggu. Alhamdulillah, sejak itu semua berangsur normal. Kembali lahap menyantap ragam menu nusantara jua korea. Bisa menemani Wafa main atau sekedar jalan-jalan di sekitar rumah. Autumn menjadi teman di masa trimester kedua.

Sebetulnya di trimester kedua ini hampir tidak ada keluhan berarti selain rasa sesak yang sesekali ada. Ini hal baru untuk saya, karena di kehamilan pertama tidak mengalaminya. Setelah berselancar di dunia maya, sesak itu gejala umum yang dirasakan ibu hamil saat trimester kedua, sekalipun memang ada ibu hamil yang tidak mengalaminya. Sesak napas ini timbul dikarenakan kondisi rahim yang semakin membesar dengan berat badan bayi yang terus bertambah besar dan akibatnya menekan dinding dada atau diafragma ibu hamil. Sehingga rongga paru akan berkurang dan timbul sesak. Adapun cara mengatasinya adalah dengan berolahraga, duduk tegak, dan bersandar. Namun, jika sesak ini tak kunjung hilang lebih baik dikonsultasikan ke dokter.

Beruntung ada suami yang paham kondisi saya. Setiap beliau luang, kami selalu jalan-jalan di sekitar kampus.

Selepas jalan di lapangan bola, YU.
[Oktober 2011]

Jalan sekitar danau di YU
[November 2011]

Trimester akhir…

Tantangan kembali hadir di tiga bulan terakhir kehamilan. Bertepatan dengan musim yang berganti. Winter menjadi masa terakhir kehamilan kedua saya. Disaat ibu hamil dituntut banyak bergerak, berjalan dan berolahraga ringan lainnya, cuaca tak bisa diajak kompromi. Sebetulnya bisa memaksakan diri keluar untuk sekedar jalan. Tapi, ada yang harus saya ingat. Tak mungkin saya setiap hari membawa Wafa menembus udara minus. Sebagai gantinya, saya membiasakan senam pilates di rumah. Dan, lagi-lagi udara dingin menjadi tantangan. Rasanya malas sekali harus menggerakan badan mengikuti instruktur senam di pagi hari. Baru bisa menepis rasa malas itu kala usia kandungan 34 minggu.

Mimisan saat hamil…

Tak hanya menyoal kemalasan karena udara dingin. Ternyata winter membuat saya mimisan. Ini kali pertama saya mimisan sepanjang hidup. Kaget! Dan kembali berselancar di dunia maya.

Pada ibu hamil akan terjadi peningkatan hormon progesteron yang, antara lain, bertujuan untuk mempertahankan kehamilan hingga 9 bulan. Tingginya hormon ini juga menyebabkan pelebaran pembuluh darah kecil di daerah hidung dan gusi. Karena itu, tidak mengherankan, bila seorang ibu hamil sering mimisan atau perdarahan gusi. Anda tidak perlu cemas akan kondisi ini.[1]

Penyebab lainnya adalah perbedaan suhu tubuh dan lingkungan. Perlu diingat, suhu tubuh meningkat saat hamil sehingga terdapat perbedaan suhu yang signifikan dengan suhu lingkungan. Terlebih saat winter yang mencapai titik minus. Akhirnya, saya pun terbiasa dengan yang namanya mimisan.

Sakit gigi dan gusi saat hamil…

Tantangan berikutnya adalah sakit gigi. Aah, sakitnya membuat saya meringis bahkan menangis😀. Usia kandungan 32 minggu saya konsultasi ke dokter gigi terdekat. Pasrah dengan treatment yang harus dijalani kedepannya. Sampai di klinik, dokter tidak berani mengambil tindakan lebih lanjut karena usia kandungan yang sudah delapan bulan. Sekalipun saya nekat ingin ditreatment (dicabut), saya harus membawa surat rekomendasi dari obgyn sekaligus rekomendasi antibiotik yang aman. Aah, ribet! Setelah diskusi dengan dokter gigi, diputuskan beliau akan memberikan emergency treatment, yaitu menambal gigi sementara. Karena ternyata ada gigi berlubang. Alhamdulillah berhasil mengusir rasa sakit yang dirasa hampir tiap hari. Dan bersyukur juga biaya kala itu 0 won alias gratis🙂

Seperti biasa, saya kembali menggali ilmu di dunia maya. Berikut salah satu kutipannya,

Kondisi gigi dan mulut ibu hamil seringkali ditandai dengan adanya pembesaran gusi yang mudah berdarah karena jaringan gusi merespons secara berlebihan terhadap iritasi lokal.
Bentuk iritasi lokal ini berupa karang gigi, gigi berlubang, susunan gigi tidak rata atau adanya sisa akar gigi yang tidak dicabut. Hal ini sangat berbeda dengan keadaan ibu pada saat tidak hamil.
Pembesaran gusi ibu hamil biasa dimulai pada trisemester pertama sampai ketiga masa kehamilan. Keadaan ini disebabkan aktivitas hormonal yaitu hormon estrogen dan progesteron. Hormon progesteron pengaruhnya lebih besar terhadap proses inflamasi/peradangan. Pembesaran gusi akan mengalami penurunan pada kehamilan bulan ke-9 dan beberapa hari setelah melahirkan. Keadaannya akan kembali normal seperti sebelum hamil.[2]

Rembes ketuban…

Ini adalah hal yang saya khawatirkan. Karena, saya pernah mengalami KPD (ketuban pecah dini) menjelang persalinan anak pertama. Rembes ketuban ini terjadi tepat sehari setelah jadwal pemeriksaan kandungan. Ingin kembali berkonsultasi ke obgyn, tapi jarak RS yang memakan waktu 20 menit naik bus dan cuaca yang tidak bersahabat membuat saya mengurungkan niat pergi ke RS. Kala itu, usia kandungan menjelang 32 minggu.

Saya mencoba mempraktekan apa yang saya ketahui untuk menghadapi proses rembes ketuban ini. Tetap rileks, berpikir positif, bedrest, dan minum air yang banyak. Saya percaya istilah ketuban habis itu tidak ada. Sembari memantau gerakan janin saya berdoa semoga semua baik-baik saja. Saya pun sempat berkonsultasi dengan Ibu Bidan Yesie Aprillia via facebook. Berikut saya kutip saran beliau,

Beberapa kasus rembesan itu wajar kadang yang pecah adalah korion di lapisan paling luar jadi critanya ketuban itu terdiri dari berlapis-lapis. lapisan ini disebut korion. so kadang kondisi kelelahan atau kurang fit/benturan bisa mengakibatkan lapisan ini sobek dan korion ini bisa nutup lagi lho karena selnya bisa diperbaiki. nah caranya adalah coba konsumsi vit C 100 mg/hari dan vit B1. Ini bantu pembentukan sel dan menyehatkan sel korion. Lalu beli kertas lakmus di apotik ini untuk mengidentifikasi apakan itu ketuban atau bukan. Minum air putih juga ya.

Sedikit melegakan, rembesan pun tak berkelanjutan. Gerakan janin masih kuat dan bagus. Mencoba observasi mencari penyebab terjadinya rembesan ini. Menurut artikel yang saya baca, ada ragam penyebab rembes ketuban. Dari list tersebut yang memungkinkan untuk kasus saya adalah stress atau kelelahan. Dan, belakangan saya tahu, saya terlalu memporsir diri membereskan rumah sembari ngasuh si sulung yang lagi masa aktif. Alhamdulillah, saya tidak pernah merasa stress, karena selain mencoba memberdayakan diri menggali ilmu sebanyak-banyaknya tentang hamil dan persalinan, saya pun disupport suami dengan pengertian dan perhatiannya. Jadi, dengarkan alarm yang ada dalam tubuh anda. Jika memang sudah merasa capek dan lelah, istirahatlah!

Detik-detik kehadiran Athifa…

Selasa malam, ayunan kontraksi mulai terasa. Rabu pagi semakin menguat. Dan setelah diajak berjalan di sekitar kampus selama kurang lebih 2 jam, tanda itu semakin jelas. Ada bercak darah. Yah, pembukaan tiga. Sesampainya di RS, menjalani prosedur pemeriksaan sampai pada posisi siap menanti de bayi. Alhamdulillah, di hari yang sama, Rabu malam, 15 Februari 2012 pukul 10.45 KST Athifa lahir sehat dengan ijin-Nya. Bayi perempuan dengan berat 3,57kg dan panjang 51cm itu kami beri nama Athifa Faiza Zahirah.

Athifa Faiza Zahirah

—–

[1] dr. Budi Wiweko, SpOG. Sering mimisan saat hamil. Diakses di: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Tanya+-+Jawab/Keluarga/sering.mimisan.saat.hamil/001/006/707/3

[2] drg. R. Ginandjar Aslama Maulid. Perawatan gigi dan mulut ibu hamil. Diakses di: http://rumahkusorgaku.multiply.com/journal/item/17

4 responses »

  1. mau tanya nih mbak… Apakah boleh makan kimchi pada saat hamil? Karena byk sekali yg bilang tdk boleh…
    Sy lagi hamil ank pertama..krn sy tdk tahu jd sy makan kimchi..enak soalnya hehehe

    • sebelumnya makasih sudah mampir di sini🙂
      Kalau boleh saya tahu, apa alasan tidak dibolehkannya makan kimchi saat hamil? Apa karena asam? Kalau saya pribadi makan2 aja kimchi..hehe. Kebetulan waktu hamil kedua, trimester pertama, saya mual hebat. Dan salah satu makanan yang bisa saya makan saat itu adalah kimchi😀

      Sependek pengetahuan saya, kimchi itu makanan yang sehat, hasil fermentasi asam laktat. Bahkan ada yang menyebutkan kimchi termasuk 5 makanan sehat dunia [wikipedia]. Kalau benar karna asamnya itu, lagi2 sependek pengetuan saya, justru bagus. karena itu asam laktat hasil proses fermentasi seperti halnya yogurt. Bahkan, kultur bakteri hidup yang baik untuk pencernaan yg ada di kimchi lebih banyak dibanding yang ada di yogurt.

      Maaf yah Mbak klo kurang membantu jawabannya. Pengalaman saya dikehamilan kedua, makan kimchi sejak trimester awal, alhamdulillah baik2 saja🙂 Tapi Mbak silahkan mencari informasi yang lebih banyak lagi. Ini hanya sependek pngetahuan dan pengalaman saya saja🙂

      Semoga sehat terus yah Mba selama kehamilan, dan dimudahkan persalinannya kelak..^_^

  2. assalamualaikum, salam kenal mba, boleh share ya, saya juga skrg hamil anak ke 2, pengalaman anak pertama sama kedua jauh berbeda. di kehamilan ini sya sering mengalami mimisan awalnya kaget bgt soalnya blm pernah mimisan tapi setelah hamil kok jadi sering mimisan. ada tipsnya gk untuk menghindari agar gk sering mimisan?. mksih mba🙂

    • Wa’alaikumsalam mbak.. Sebelumnya maaf saya baru buka blog lagi. Makasih sharingnya mbak. Waktu itu juga saya kaget sekali krn itu pengalaman pertama mimisan.. Tp alhamdulillah di usia kehamilan berikutnya berhenti sendiri.

      Untuk pertanyaannya maaf mbak saya kurang tau.. Jadinya ga bisa membantu..hiks. Semoga kehamilannya sehat selalu sampai persalinan kelak ^^

      terimakasih sudah berkenan mampir ke tulisan ini mbak..♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s