Dermatitis Atopik

Standard

Pertama kali berkenalan dengan istilah ini, dermatitis atopik, saat si bungsu usia 2,5bulan. Kalo penjelasan medisnya, dermatitis atopik adalah peradangan kronik kulit yang kering dan gatal, yang umumnya dimulai pada masa awal kanak-kanak.

Dua hari yang lalu timbul bercak-bercak merah di pipi Athifa. Awalnya tidak begitu khawatir karena saya pikir si bungsu lagi penyesuaian diri dengan suhu yang mulai hangat menuju panas. Tapi, si bercak merah tidak hilang, malahan membesar. Tak hanya di bagian pipi, area kening dan dagu, juga kelopak mata memerah juga. Tidurnya jadi terganggu. Karena gatal juga, sesekali tangannya menggaruk-garuk pipinya. Untuk menghindari luka, saya kembali memakaikannya sarung tangan.

Sorenya saya sengaja mengajaknya jalan ke luar. Dan ternyata, merahnya berkurang. Malah berganti menjadi warna coklat. Dugaan saya, si bungsu memang kepanasan di rumah. Padahal suhu kamar hanya 26 derajat dengan jendela selalu terbuka. Observasi berlanjut. Sesampainya di rumah pipi Athifa kembali memerah. Kulitnya kering dan kasar. Yang saya lakukan saat itu hanya membersihkan bagian wajahnya dengan air hangat dan kapas. Teknisnya pun hanya ditempel-tempelkan. Karena menurut yang saya baca, tidak bagus mengusap wajah yang sedang memerah terlebih dengan kain yang kasar. Dan setelah bersih saya kasih bedak setipis mungkin. Ternyata, semua usaha tidak membuahkan hasil yang baik.

Sabtu pagi, bercak merah semakin membesar ke area kelopak mata. Tak berpikir lama lagi. Harus ke pediatric saat itu juga! Sampai di DSA, ternyata benar. Athifa kena dermatitis atopik. Agak heran, karena tidak ada riwayat alergi dalam keLuarga kami. Berikut paparan DSA yang saya rangkum,

1. Usia 2-3 bulan, bayi mulai terkena dermatitis atopik

2. Penyakit ini biasa menjumpai bayi dan anak-anak di sini (korea) selama musim semi dan musim gugur. Karena pada kedua musim ini banyak alergen yang bertebaran di udara.

3. Kulit Athifa sensitif terhadap perubahan suhu tersebut karena terlahir di tengah kondisi winter. Terlebih, musim semi saat ini kelembabannya sangat rendah (alias udaranya kering banget)

4. Gejala atopik Athifa saat itu ada dalam range medium-parah (hiks)

5. Tidak ada hubungannya dengan alergi makanan, namun tetap si Ibu diminta mengurangi asupan protein untuk sementara waktu

6. Harus menjaga kelembaban kulit Athifa (pemberiaan baby oil atau baby lotion yang ringan formulanya, tanpa pewangi)

7. Gempur dengan ASI

Jadi jelas bercak merah ini bukan ruam susu seperti halnya dikenal sebagian besar masyarakat. Terlebih, istilah itu tidak dibenarkan secara medis. Jadi bukan karena ASI yang menempel pada pipi.

Lantas, apa solusinya?

DSA memberikan dua jenis obat (salep). Satu dalam bentuk tube, 리도멕스, untuk mengobati dermatitis atopiknya. Satu lagi, salep dalam wadah bulat khusus untuk spot yang infeksi. Ada beberapa spot yang infeksi di pipi si bungsu. Infeksi ini terjadi karena digaruk, trus luka. Dan yang luka itu terpapar bakteri.

Pemakaiannya: salep dalam tube 2x/hari, dan salep infeksi 4x/hari.

Umumnya kulit kembali normal setelah 3-4hari.

Jenis salep untuk dermatitis atopic

Bagaimana pencegahannya? (Untuk kasus si bungsu yang terkena dermatitis atopik karena udara kering dan panas)

1. hindari pemakaian bedak saat bercaK merah, karena bisa menyebabkan kulit tambah kering

2. cuci bagian tersebut dengan air suam kuku, ditepuk-tepuk dengan kapas. Keringkan dengan kain lembut.

3. jaga kelembaban kulit dengan minyak/lotion bayi, yang formulanya ringan.

4. mandi kurang dari 10 menit

5. membatasi penggunaan minyak telon hanya di daerah perut dan tidak rutin. Pemakaian minyak telon/kayu putih membuat kulit semakin kering (kasus di negara 4 musim)

6. mengurangi takaran deterjen saat mencuci, atau lebih baik lagi menggunakan deterjen khusus bayi (formula ringan dan lembut)

Alhamdulillah, dua hari pemakaian salep, pipi si bungsu tidak merah lagi. Saat ini sudah sampai tahap pengelupasan. Mudah-mudahan kembali halus lagi dan tak lagi bersua dengan penyakit ini. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s